Jumat, 26 Februari 2016 0 komentar

Visible Geology - Aplikasi Online Interaktif

Aplikasi dibuat untuk membantu menghemat waktu dan mempermudah peneliti/ pelajar dalam mengolah data-data yang terlalu banyak. Jangan menjadi "GeoClick"! Basic itu penting! Seperti yang dikatakan Wallace, 1975 dalam textbook Basic Geological Mapping edisi keempat oleh Barnes dan Lisle, 2004:

"There is no substitute for the geological map and section – absolutely none. There never was and there never will be. The basic geology still must come first – and if it is wrong, everything that follows will probably be wrong."


Meskipun GRATIS, ada baiknya untuk mengetahui syarat dan ketentuan penggunaan dari tiap-tiap aplikasi. Syarat dan ketentuan dapat dibaca dalam user manual yang disertakan.


Visible Geology adalah sebuah aplikasi pemodelan geologi struktur berbasis online. Aplikasi ini sangat bagus digunakan dalam proses belajar mengajar, untuk memperkenalkan fitur-fitur geologi seperti; lapisan batuan, lipatan, patahan, dome, basin,dike, topografi, v-rule, struktur bidang, struktur garis, stereonet, diagram rose, histogram, cross section dan borehole dalam visualisasi 2 dan 3 dimensi. Hasil pemodelan bisa disimpan, diprint ataupun dieksport, dan yang paling penting lagi it's free!








Rabu, 24 Februari 2016 0 komentar

Plastik itu bahan modern yang memerlukan budaya modern harus bijak dalam mengelola tehologi yang benar !!!

Anda mungkin kesel diminta membayar plastik 200 rupiah. Sama .. Saya juga sebel. Lah wong saya beli minyak goreng saja pakai kemasan plastik yg juuh lebih susah diurai ketimbang tas kresek. Bahkan botol minuman juga semua pakai plastik, hampir semua kemasan menggunakan plastik. Tapi mengapa saya yg menjadi konsumen saja yg diminta membiayai lingkungan. Sedangkan industri yg mengemasnya malah relatif nyantai.

Sejatinya plastik merupakan bahan modern hasil kajian ilmu kimia material yg menjadi penolong manusia. Banyak bahan bangunan synthetis yg memanfaatkan plastik. Coba kalau tidak ada bahan bangunan berbahan dasar plastik, saya yakin hutan kita sudah amblas dipakai untuk membuat papan kayu.

Jadi jangan anti plastik. Tapi BUDAYAKAN MENGELOLA SAMPAH DENGAN BENAR !!









Jumat, 19 Februari 2016 0 komentar

Semua orang adalah Geologist

Gambar ini diolah dari inspirasi kata-kata Pablo Picasso (1881-1973), seorang pelukis kelas dunia yang berasal dari Spanyol, bahwa setiap anak terlahir sebagai pelukis hingga kemudian cara mereka tumbuh yang akan menentukan apakah bakat tersebut akan berkembang -- "Every child is an artist. The problem is how to remain an artist once he grows up."

Rasa-rasanya memang demikian. Sebagai makhluk intelegensia yang berkembang di permukaan Bumi, setiap anak manusia tentu akrab dengan alam sekitarnya. Bebatuan dan tanahnya, pegunungan dan lembahnya, sungai dan kedungnya, lautan dan teluknya. Rasa-rasanya memang dulu setiap kita adalah geologis dalam arti paling mendasar. Kita mengamati bebatuan, proses alamiahnya, dan kemudian mengetahui cara memanfaatkannya sesuai tingkat kebutuhan saat itu.

Meskipun tidak setiap anak akan mempelajari ilmu Geologi secara formal di bangku sekolah maupun pendidikan tinggi, namun sebagaimana setiap orang pasti mampu menghargai karya seni para empu, tentunya kita pun tetap bisa mengapresiasi upaya para ahli kebumian dalam membuka rahasia alam untuk kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Just pick a piece of rock, put it close to your ear, and listen to what it says about a story begins a long long time ago..



"Hanya memilih sepotong batu, meletakkannya dekat dengan telinga Anda, dan mendengarkan apa yang dikatakan tentang cerita dimulai waktu yang lama lalu"

"Setiap anak adalah seorang ahli geologi masalahnya adalah bagaimana untuk tetap ahli geologi sekali kita dewasa"
Senin, 01 Februari 2016 0 komentar

3D Geologic Map: easy and delicious

Bagaimana cara menyajikan peta geologi yang menarik dan mudah dipahami oleh orang awam? Kita perlu melihat peta 3D teknologi GoogleEarth berikut ... siapa tahu memberikan inspirasi. 

Anda ingin menjadi petani anggur yang sukses? Menurut peta geologi Lembah Valais - Swiss ini, buatlah ladang pada endapan kipas aluvium diantara batugamping kristalin yang tererosi. Dengan tampilan 3D interaktif, peta ini akan memandu Anda mencari lahan yang dibutuhkan.. pada warna putih dengan simbol garis menyebar (penanda morfologi kipas) diantara warna-warni oranye dan merah marun (batugamping aneka umur yang terekspos di permukaan). Garis-garis kontur akan memberikan informasi elevasi ketinggian calon ladang anggur Anda, dan tentunya membantu perhitungan biaya transportasi bila panen tiba.. semakin tinggi ladang Anda, tentu semakin dalam harus merogoh kocek untuk mengangkut hasil panen.

Jadi, peta geologi 3D itu mudah dipahami lho... dan bila telah panen anggur, tentu peta tadi akan terasa lezat..

(dari buku " Stein & Wein" (Batu dan Anggur) tulisan Kündig, Finger & Mumentahler)


0 komentar

Si Kaki Burung

Delta Mississippi merupakan tipe delta kaki burung: kurus panjang, bercabang lebar. Tapi apakah betul delta selalu membawa sedimen sungai ke laut? 

Foto ini menunjukkan air laut berwarna coklat adalah air keruh yang jenuh lumpur. Namun lumpur tersebut bukanlah berasal dari sungai-sungai delta. Melainkan berasal dari bagian luar delta (delta front), yang tererosi oleh gelombang dan arus laut.

Sungai-sungai delta sendiri malah berwarna gelap, menandakan tidak banyak lumpur yang terbawa olehnya.

Foto ini diambil NASA tahun 2007.


 


0 komentar

Transgressive Sequence of Ngrayong Tidal Flat, Blora


Formasi Ngrayong yang berumur Miosen Tengah, salah satu kelompok batuan penyimpan hidrokarbon utama di Cekungan Jawa Timur Utara, tersingkap sangat baik di lokasi penggalian tambang sirtu (pasir dan batu) di Polaman, Blora. Di lokasi ini, Formasi Ngrayong diwakili oleh tiga unit litologi, dari paling bawah adalah batulempung pasiran, ditutup oleh batupasir lempungan, dan paling atas dijumpai batugamping berbutir halus dengan kandungan fragmen bioklastika beraneka ragam [lihat Gambar a]. Seluruh batuan tersebut miring ke arah selatan dengan derajat kemiringan yang besar, sebagai sayap selatan dari Antiklin Pakel, yang diduga terangkat oleh sesar anjak di selatan Polaman.

Pengamatan terhadap struktur sedimen mengindikasikan bahwa Formasi Ngrayong di Polaman ini diendapkan pada lingkungan dataran pasang-surut (tidal flat) [lihat Gambar g] yang terlindung oleh suatu morfologi terumbu penghalang (rimmed carbonate barrier), dan secara keseluruhan menunjukkan adanya kondisi naiknya genang laut (transgresi), yaitu mulai: dataran lumpur intra-pasut (intertidal mud flat) yang mengendapkan unit batulempung pasiran; dataran pasir sub-pasut (subtidal sand flat) yang mengendapkan unit batupasir lempungan; dan paling atas adalah terumbu penghalang yang mengendapkan batugamping grainstone hingga wackestone.

Di zona transisi antara endapan intertidal mud flat dan subtidal sand flat, litologi batupasir lempungan menampilkan karakteristik struktur sedimen pengarian bergelombang (wavy lamination) [lihat Gambar c]. Struktur ini dibentuk oleh pergerakan sedimen dasar (bedload) yang digerakkan oleh arus searah dan menghasilkan gelembur-gelombang asimetris (asymmetric current ripple marks) [lihat Gambar b & e]. 

Struktur gelembur-gelombang asimetris sangat membantu dalam menentukan arah arus sedimentasi purba (paleocurrent) secara praktis di lapangan. Dengan memperhatikan kelerengan morfologi gelembur gelombang yang asimetris, lereng yang landai menunjukkan arah datangnya arus sedangkan lereng yang terjal menunjukkan arah bergeraknya arus [lihat Gambar e]. 

Meski demikian, mengingat lingkungannya adalah dataran pasang-surut, dimana dinamika arus akan sering bergantian antara arus pasang dan arus surut, tentunya informasi arus purba yang kita amati pada satu lapisan hanyalah mewakili salah satu arus utama di lingkungan itu saja. Hal ini tampak pada Gambar d, dimana lapisan batupasir di bagian bawah (B1) menunjukkan arah arus purba N154E (menuju ke tenggara), sedangkan lapisan batupasir diatasnya (B2) menunjukkan arah arus purba N334E (menuju ke baratlaut). Tentunya dinamika arus purba tersebut dapat memberikan gambaran kondisi geografi purba, terutama posisi relatif daratan dan laut (deposenter sedimentasi). Dengan dipadukan pemahaman terhadap geologi regional, dimana secara umum Zona Rembang menunjukkan sedimentasi di suatu paparan (shelf) sedangkan Zona Kendeng di selatan sering menunjukkan produk sedimentasi laut dalam (deeper marine), maka sementara ini secara umum dapat kita simpulkan bahwa batupasir B1 merupakan endapan arus surut (ebb current) yang bergerak menuju laut ke arah tenggara-selatan, dan batupasir B2 merupakan endapan arus pasang (flood current) yang bergerak menuju daratan ke arah baratlaut-utara.

Endapan batulempung pasiran pada dataran lumpur intra-pasut Ngrayong memiliki endapan mineral gipsum yang melimpah. Gipsum dengan struktur diskoidal hadir diantara perlapisan batulempung pasiran, dan tumbuh ke arah luar [lihat Gambar f], memaksa bidang perlapisan untuk terus membuka dan menghadirkan gipsum sebagai lensa-lensa didalam litologi tersebut. Kehadiran gipsum memberikan informasi menarik, dimana dibutuhkan kondisi geologi khusus untuk mampu mendukung kristalisasi mineral sulfat ini. Meski umumnya ditafsirkan bahwa gipsum terbentuk intensif pada lingkungan beriklim kering (arid) dengan tingkat evaporasi tinggi, seperti daerah pesisir gurun pasir di lintang tengah saat ini, namun dapat pula tingkat evaporasi yang tinggi tersebut terbentuk di daerah non-gurun saat kelembaban udara menurun drastis saat kondisi glasiasi maksimum (komunikasi personal dengan Pak Wartono Raharjo).

What a rock, what a story...
0 komentar

Saya Seorang Geologist Sejati....

REPOST
Saat ini merupakan saat dimana mahasiswa geologi dari hampir seluruh Universitas/Perguruan Tinggi dengan Jurusan Geologi lagi melakukan kerja lapangan untuk berbagai tujuan : Kuliah Lapangan, Kerja Praktek, Tugas Akhir dan sebutan2 lain. Sebagian besar mereka melakukan pekerjaan pemetaan geologi di daerah kerja masing, mulai daerah datar, bebukit landai sampai pegunungan curam, yang semua itu merupakan resiko pekerjaan geologi yang harus dipelajari dan dihayati. Untuk itu berikut diberikan beberapa catatan yang mungkin perlu untuk diperhatikan :
  1. Karena sifatnya kerja di lapangan dengan tingkat resiko bahaya yang lebih tinggi dari tempat lain, maka prinsip SHE : Safety, Health and Environment harus dijadikan acuan kerja. Jangan sembrono dan sok hebat. Jaga diri sendiri maupun jaga orang lain juga !
  2. Hampir semua tempat di bumi Indonesia ini (termasuk daerah kerja mahasiswa saat ini) telah dipetakan secara geologis dalam berbagai skala maupun berbagai tujuan. Laporannyapun sudah bertebaran di sejumlah publikasi resmi, intern maupun di badan pemerintah seperti BAPPEDA dan BAPEDALDA (?). Usahakan mencari itu semua (sejauh dimungkinkan), pelajari secara menyeluruh, kemudian buatlah ringkasa/resume yang meliputi daerah kerja anda. Hasil resume itu jangan dianggap sebagai kebenaran mutlah, tapi anggap sebagai HIPOTESIS yang harus sdr buktikan kebenaran dan kesalahannya dengan observasi obyektif di lapangan. Resume ini diperlukan agar pemeta lebih efisien dalam perencanaan maupun pelaksanaan kerja. Jadi jangan hanya membebek pada hasil terdahulu, apalagi kalau skala yang digunakan berbeda. Pemeta harus lebih percaya pada hasil observasinya yang konkrit dan obyektif.
  3. Pemeta harus berpegang teguh pada skala peta kerjanya dan mengobservasi data lapangan pada skala tersebut. Kalau digunakan skala 1 : 25.000 (skala standar peta RBI) maka jangan terlalu percaya pada penyebaran batas satuan yang tergambar pada peta skala 1 : 50.000, apalagi dari peta berskala 1 : 100,000. Apapun metoda pemetaan yang digunakan (Satuan Formal atau lepas) prinsipnya adalah sama yaitu, satuan yang didirikan harus : (a) punya karakter litologi yang khas, bisa dibedakan dengan satuan yang lain, (b) terpetakan penyebarannya pada skala peta kerja pemeta. Dengan kata lain semakin detail hasil pemetaan, semakin baik, karena hasilnya akan bisa dipakai untuk penerapan geologi yang lebih banyak.
  4. Untuk dapat melakukan evaluasi sendiri terhadap apakah hasil pemetaan sudah memadai atau belum, maka bisa digunakan acuan hakekat pemetaan geologi. Hakekat ini sering kurang disadari oleh pemeta karena pemeta (pemula) sering terperangkap pada pemenuhan prosedur daripada pencapaian tujuan pemetaan.
Setelah selesai pemetaan, maka cobalah untuk menilai apakah peta geologi dan semua lampiran dan laporannya sudah :
  • memberikan gambaran tentang macam, kondisi, proses, dan potensi geologi (potensi sumberdaya dan potensi bencana) yang ada dan teramati di daerah pemetan pada MASA KINI.
  • bisa digunakan untuk merekonstruksi macam, kondisi, proses2 dan lingkungan geologi di daerah pemetaan SEPANJANG WAKTU GEOLOGI, sejak terbentuknya batuan tertua di daerah pemetaan hingga saat ini.
  • bisa digunakan untuk memberikan saran yang kongkrit (dalam batas scope kerja) agar daerah yang dipetakan dapat dikembangkan dengan baik dan bijaksana sehingga bisa memberikan keamanan, meningkatkan kesejahteraan dan memberi landasan yang baik untuk pengembangan daerah tersebut di masa datang.
Demikianlah sumbang saran dari saya, geolog semoga semuanya nanti menjadi bagian dari the Outstanding Generation of Indonesian Geologists yang secara sungguh2 mencintai bangsa dan negaranya, Republik Indonesia, dan rela bekerja keras dan jujur untuk kemajuannya. Terima kasih, semoga berguna, salam hangat untuk semuanya. MERDEKA !!!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
;